NAMA
:ABDUL AZIZ
NIM :109083000059
RUMUSAN
MASALAH
1.
APA
YANG MENJADI LATARBELAKANG INTERVENSI KEMANUSIAAN DI LIBYA OLEH AMERIKA
SERIKAT?
2.
APAKAH
FAKTOR DOMESTIK DAN INTERNASIONAL AMERIKA SERIKAT BERPERAN DALAM MEMPENGARUHI
KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA TERKAIT INTERVENSI KEMANUSIAAN DI LIBYA?
LANDASAN
TEORITIK
Dalam menganalisis politik luar
negeri AS atas tanggapan dari pergolakan politik di libya saya secara umum
menggunakan perspektif liberalisme. Selain liberalisme secara umum, saya juga
akan mengidentifikasi factor domestic dan faktor internasional Amerika serikat,
salah satu yang akan saya analisis adalah faktor kepentingan ekonomi, faktor
kemampuan Amerika Serikat dan faktor pemilihan umum Amerika Serikat di tahun
2012 ini.
Fokus pemikiran dalam tulisan ini
terdiri dari unit analisis dan unit eksplanasi. Unit analisis adalah unit yang
perilakunya akan dijelaskan dalam penelitian. Sedangkan unit eksplanasi adalah
unit yang pengaruhnya terhadap unit analisis akan dijelaskan (Mas’oed, 1990:35).
Unit analisis yang akan digunakan adalah intervensi kemanusiaan di Libya. Unit
eksplanasinya adalah politik luar negeri AS menanggapi intervensi kemanusiaan
di Libya. Kedua unit ini nantinya dapat mempengaruhi satu sama lain secara
timbal balik.
Selain unit analisis dan unit
eksplanasi, kami juga harus menentukan level analisis agar penelitian menjadi
lebih mudah untuk dilakukan. Mochtar Mas’oed menyebutkan bahwa level analisis
diperlukan untuk memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan permasalahan yang
dikemukakan. Menurut mochtar Mas’oed, level analisis yaitu individu, perilaku
kelompok, negara bangsa, dan sistem internasional (Mas’oed, 1990: 39). Dalam
hal ini kami menggunakan level analisis negara
yaitu mengenai bagaimana politik luar negeri Amerika Serikat dipengaruhi
oleh faktor-faktor domestic dan
internasional negara (Amerika serikat ) untuk menanggapi intervensi kemanusiaan
di libya.
Liberalisme adalah ideology memiliki pengaruh besar di dunia hal
ini tidak terlepas dari liberalisme adalah
ideology yang menjadi dasar bagi demokrasi dan sistem kapitalisme
industry (eby hara.2011) . menurut saya
pribadi pandangan tentang sistem demokrasi
adalah sistem yang paling baik dewasa
ini bagi negara-negara di dunia hal ini hal
ini karena prinsip-prinsip pemikiran rasional ilmiah, pemerintahan yang
terbatas, pemikiran tentang kebebasan individu dan posisi individu dalam
masyarakat sipil dan sistem kapitalisme pasar yang merupakan hal yang terbaik
dalam menopang kesejahteraan melalui alokasi sumber-sumber yang terbatas secara
efisien dimasyarakat (burchill,2009:3)
Dalam
black’s law dictionary Intervensi diartikan sebagai turut campurnya negara
dalam urusan negara lain atau urusan dengan negara lain dengan menggunakan
kekuatan atau ancaman kekuatan sedangkan intervensi kemanusiaan diartikan
sebagai intervensi yang dilakukan oleh komunitas internasional untuk mengurangi
pelanggaran Hak Asaai Manusia, walaupun tindakan tersebut melanggar kedaulatan
negara tersebut (bryan .1999, 826).
Pergolakan
politik di Libya memuncak dengan
terjadinya perang saudara di benghadzi. Perang antara tentara pro khadafi dan tentara dari pemerintah dan pemberontak telah
membuat 50.000 meninggal semenjak pergolakan di libya (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/08/31/lqralg-komandan-libya-sekitar-50000-orang-tewas-dalam-pergolakan).korban
bukan hanya dari pasukan tentara kedua kelompok yang bertikai namun pula banyak
dari warga sipil yang ikut menjadi korban peperangan kedua kelompok tersebut.
Peperangan di Libya ini menjadi topic utama di media-media internasional dan
mereka mengecam tindakan perang Libya tersebut. Hal ini mengundang banyak tanggapan
aktor-aktor hubungan internasional baik dari
negara maupun non-negara termasuk PBB. PBB dengan dewan keamanannya
memandatkan kepada NATO untuk melakukan intervensi kemanusiaan (humanitarian
intervension) di libya pada tanggal 23 maret 2011 (http://www.theaustralian.com.au/news/world/deal-puts-nato-at-head-of-libyan-operation/story-e6frg6so-1226027088954)
Latar belakang terjadinya perang saudara di libya bermula
dari sebuah demonstrasi besar-besaran oleh rakyat yang menuntut muamar khadafi untuk
turun dari kursi presiden. Muamar khadafi telah menduduki kursi presiden selama
41 tahun. selama menjabat muamar khadafi dipandang sebagai pemimpin bertangan
besi dan tidak merepresentasikan kepentingan rakyat libya. Dalam masa
kepemimpinannya pula libya sempat dikucilkan dalam hubungan internasional karena
menjadi ‘oposisi’ politik internasional Amerika Serikat.
Pemerintah muamar khadafi menanggapi demonstrasi
besar-besaran di libya dengan kekerasan dan pembunuhan hal ini tentu saja
adalah kejahatan manusia. Ratusan orang
meninggal dan ratusan orang pula mengalami luka-luka atas kekerasan tentara-tentara muammar
khadafi untuk membubarkan demonstrasi besar-besaran tersebut dengan senjata api
bahkan dengan jet tempurnya. Bahkan dalam pidatonya, khadafi bersiap mengerahkan semua senjatanya
untuk mempertahankan Tripoli dari para pemberontak. (http://dunia.vivanews.com/news/read/204953-giliran-pemimpin-libya-digoyang-demonstrasi).
PBB sebagai organisasi internasional memainkan peran yang
strategis dalam menanggapi konflik ini. peran PBB dalam isu ini adalah
menerapkan resolusi 1973 DK PBB. PBB dengan itu mengizinkan anggota PBB
menjalankan langkah apa pun untuk melindungi warga sipil di libya dari kekerasan
pasukan muamar khadafi. Salah satu bentuk perlindungan yang dilakukan untuk
melindungi rakyat adalah melakukan zona larangan terbang oleh NATO( http://www.guardian.co.uk/world/2011/mar/23/libya-no-fly-zone-leadership-squabbles)
Setelah saya memaparkan latar belakang intervensi
kemanusian di libya oleh para koalisi NATO atas mandate PBB. Kini saya akan
menganalisa pertanyaan kedua saya mengenai faktor domestic dan faktor
internasional yang mempengaruhi politik luar negeri Amerika serikat menanggapi
gejolak politik di Libya yang berujung pada intervensi kemanusiaan di libya
hingga 31 oktober 2011 setelah PBB memutuskan mandatnya atas NATO di Libya (www.bbc.com2011. http://www.bbc.co.uk/news/world-africa-15481143)
Peran
PBB dalam menanggapi pergolakan politik di libya menurut saya sangat kental
dengan peran politik luar negeri Amerika Serikat sebagai super power saat ini .
namun disisi lain,di dalam negeri Amerika Serikat sendiri terjadi krisis
ekonomi yang masih mengancam keuangan dan hegemoni Amerika serikat di dunia
internasional. Bukankah sesuatu yang paradox Amerika Serikat ‘menambah’ perang
lagi setelah perang korea utara dan perang irak, di saat krisis di dalam negeri
Ameriaka Serikat sendiri masih mengancam.
Oleh karena itu sungguh menarik
untuk di bahas mengenai apakah ada motifasi lain selain alasan kemanusiaan, apa
ada national interest Amerika serikat di
Libya, apa saja yang mempengaruhi ikut campurnya Amerika Serikat dalam intervensi kemanusiaan di Libya. hal-hal ini
yang akan saya analisis di tulisan ini.
Amerika
serikat adalah Negara pelopor liberalism di dunia dan dianggap sebagai Negara
demokrasi terbesar di dunia. Dalam liberalism isu penegakan HAM, penegakan demokrasi,kebebasan
individu, juga keterbukaan pasar adalah isu yang fundamental dalam kajian
liberalisme. Liberalisme juga berpendapat harus adanya adanya batasan bagi
pemerintah..Setiap individu memiliki hak asasi yang sama dalam kehidupan, hak
untuk hidup, hak untuk bicara dan hak-hak lain yang tidak boleh dilarang oleh
orang lain ataupun Negara (eby hara, 2011:61). Hak untuk menyuaraakan pendapat
dan inspirasi ketika pemerintahan moeamar
khadafi ditiadakan. bahkan demonstran yang menyuarakan pendapatnya ketika
demontrasi besar-besaran di Tripoli ditembaki dengan senjata api dan jet.
Ratusan
orang meninggal dan luka-luka lainya mengalami luka-luka ketika demokrasi
adalah kejahatan kemanusiaan yang berat, bukan hanya itu selama 4 dekade atau
tepatnya 41 tahun memerintah jutaan nyawa yang terbunuh di libya dibawah
pemerintahan khadafi yang dikenal dengan tangan besinya. Hal ini tentu tidak
sesuai dengan penegakan hak asasi manusia yang saat ini sedang dipromosikan oleh Amerika Serikat
sebagai negara demokrasi nomor satu di dunia.
Libya
adalah Negara penghasil minyak, namun ironinya kesejahteraan rakyat jauh dari
harapan. Khadafi selama bertahun-tahun menutup pasar dalam negerinya, sehingga
rakyat mengalami kemiskinan karena kurangnya lapangan kerja dan pasar yang
diblokade oleh pemerintahnya sendiri. Menurut libealisme pasar bebas dan
kapitalisme adalah jalan terbaik dalam
menopang kesejahteaan melalui alokasi sumber-sumber yang terbatas secara
efisien di masyarakat (buchill,2009:3) hal ini tidak lain untuk menciptakan
kesejahteraan di masyarakat.
Pemerintah
menurut liberalism harus dibatasi hak dan kekuasaannya. Sehingga pemerintah
libya tidak secara otoriter mengatur rakyat-rakyatnya apalagi terjadi
pembantaian masal. Dengan pembatasan dalam pasar, pihak swasta atau sipil akan
jauh lebih kreatif dan mandiri untuk mensejahterakan dirinya.sehingga tidak
tergantung terhadap pemerintah. Dengan keterbatasan pemerintah penegakan HAM
akan jauh lebih mudah dan terjamin.
Untuk
menjamin penegakan HAM, keterbukaan pasar, kebebasan individu dan pemerintah
yang terbatas dunia internasional harus menegakan demokrasi. Penyebararan demokrasi
di seluruh dunia dibutuhkan untuk menjamin hal-hal diatas tetap diperoleh oleh
seluruh manusia bukan hanya di amerika serikat saja sebagai Negara demokrasi
terbesar di dunia. Oleh karena itu Amerika sebagai Negara pelopor liberalisme
menjadi ‘otak’ dibalik intervensi kemanusiaan di libya sebagai pintu masuk
penyebaran ideology liberalism.
Menurut
liberalism perang merupakan akibat dari pemerintahan yang tidak demokratis dan
militeristik dan Perang merupakan hanya kepentingan penguasa itu sendiri .perang
dimulai oleh kalangan militer untuk memperluas kekuasaan.perang dilakukan untuk
alas an kenaikan pajak dan meningkatkan control terhadap rakyat dan hal ini
menurut liberalism merupakan bukan atas dasar mewakili keinginan rakyat (eby
hara.20011:62). oleh karena itu negara yang belum menerapkan demokrasi harus
menerapkan demokrasi agar tercapai perdamaian. Hal ini juga menjadi alas an Amerika Serikat untuk mengintervensi
Libya Atas dasar intervensi kemanusiaan dan penyebaran demokrasi di Libya
Analisis
selanjutnya berdasarkan level analisis, saya menggunakan factor-faktor domestic dan
internasional yang mempengaruhi politik luar negeri AS terkait gejolak politik
di libya. sekaligus menjawab paradox politik luar negeri Amerika serikat di
perang saudara di libya di saat krisis
melanda perekonomian Amerika.
Ada
tiga factor domestic yang mempengaruhi politik luar negeri Amerika Serikat
menanggapi gejolak politik di libya yaitu adanya kepentingan ekonomi, pemilu
Amerika serikat 2012 dan peran dari
opini masyarakat Amerika terhadap konflik di libya. kami juga mengidentifikasi
ada tiga factor internasional yang mempengaruhi politik luar negeri AS di
libya. ketiga factor tersebebut adalah factor kapabilitas AS dan pengaruh aliansi NATO.
Kepentingan
ekonomi adalah hal yang paling banyak dikaitkan oleh para ilmu social terkait
politik luar negeri AS ke libya. hal ini wajar saja terkait sebagian besar
pendapatan Negara libya disumbangkan dari ekspor minyak. Namun libya bukan termasuk dalam 15 negara
penghasil minyak atau tepatnya libya berada pada rangkinng ke-18 yang ‘hanya’
menghasilkan 1.789.000 bbl/hari ini jauh dibandingkan dengan mitra dagang AS
sendiri yaitu arab Saudi yang menghasilkan 10.520.000 bbl/hari. Analisa
kami Ada unsur kepentingan ekonomi dalam
politik luar negeri Amerika Serikat terutama di libya terutama karena adanya
krisis ekonomi yang dialami AS untuk memperbaiki keadaan ekonominya kembali http://www.eia.gov/countries/
Faktor
domestic lain adalah akan adanya pemilu AS 2012 dan peran opini masyarakat AS
terkait konflik ini. opini masyarakat
Amerika yang prihatin terhadap pelanggaran HAM dan kejahat kemanusiaan
di libya mendapat respon positif dari pemerintahan barrack obama. Peran opini
masyarakat Ini sangat berpengaruh terhadap pemerintahan barrack obama. Hal ini
digunakan barrack obama dalam mencitrakan dirinya peduli terhadap isu
kemanusiaan dan HAM serta demokrasi.
Selain
faktor domestic , faktor internasional yang mempengaruhi politik luar negeri AS
adalah faktor kapabilitas AS sebagai Negara besar dan super power yang sangat
berpengaruh di dunia internasional termasuk PBB . kekuatan militer amerika
serikat adalah kekuatan nomor satu di dunia dan belum ada tandingannya pasca
kejatuhan uni soviet. Bukan hanya itu Amerika serikat juga mempunyai hegemoni hampir di setiap bidang termasuk
bidang ekonomi.
Nato
adalah aliansi keamanan Negara-negara atlantik utara yang sangat kental dengan
kepentingan AS di dalamnya. Prinsip one
for all and all for one menjadikan NATO adalah aliansi ditakuti oleh Negara-negara lain. Nato sangat
berpengaruh dalam konflik di libya terutama saat kejatuhan dan pasca
terbunuhnya moamar khadafi.
No comments:
Post a Comment