Home

Sunday, 11 November 2012

intervensi kemanusiaan di Libya


NAMA :ABDUL AZIZ
NIM     :109083000059

RUMUSAN MASALAH
1.      APA YANG MENJADI LATARBELAKANG INTERVENSI KEMANUSIAAN DI LIBYA OLEH AMERIKA SERIKAT?
2.      APAKAH FAKTOR DOMESTIK DAN INTERNASIONAL AMERIKA SERIKAT BERPERAN DALAM MEMPENGARUHI KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA TERKAIT INTERVENSI KEMANUSIAAN DI LIBYA?

LANDASAN TEORITIK

Dalam menganalisis politik luar negeri AS atas tanggapan dari pergolakan politik di libya saya secara umum menggunakan perspektif liberalisme. Selain liberalisme secara umum, saya juga akan mengidentifikasi factor domestic dan faktor internasional Amerika serikat, salah satu yang akan saya analisis adalah faktor kepentingan ekonomi, faktor kemampuan Amerika Serikat dan faktor pemilihan umum Amerika Serikat di tahun 2012 ini.
Fokus pemikiran dalam tulisan ini terdiri dari unit analisis dan unit eksplanasi. Unit analisis adalah unit yang perilakunya akan dijelaskan dalam penelitian. Sedangkan unit eksplanasi adalah unit yang pengaruhnya terhadap unit analisis akan dijelaskan (Mas’oed, 1990:35). Unit analisis yang akan digunakan adalah intervensi kemanusiaan di Libya. Unit eksplanasinya adalah politik luar negeri AS menanggapi intervensi kemanusiaan di Libya. Kedua unit ini nantinya dapat mempengaruhi satu sama lain secara timbal balik.
Selain unit analisis dan unit eksplanasi, kami juga harus menentukan level analisis agar penelitian menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Mochtar Mas’oed menyebutkan bahwa level analisis diperlukan untuk memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan permasalahan yang dikemukakan. Menurut mochtar Mas’oed, level analisis yaitu individu, perilaku kelompok, negara bangsa, dan sistem internasional (Mas’oed, 1990: 39). Dalam hal ini kami menggunakan level analisis negara  yaitu mengenai bagaimana politik luar negeri Amerika Serikat dipengaruhi oleh  faktor-faktor domestic dan internasional negara (Amerika serikat ) untuk menanggapi intervensi kemanusiaan di libya.
Liberalisme adalah  ideology memiliki pengaruh besar di dunia hal ini tidak terlepas dari liberalisme adalah  ideology yang menjadi dasar bagi demokrasi dan sistem kapitalisme industry  (eby hara.2011) . menurut saya pribadi pandangan tentang  sistem demokrasi adalah sistem  yang paling baik dewasa ini bagi  negara-negara di dunia hal ini hal ini karena prinsip-prinsip pemikiran rasional ilmiah, pemerintahan yang terbatas, pemikiran tentang kebebasan individu dan posisi individu dalam masyarakat sipil dan sistem kapitalisme pasar yang merupakan hal yang terbaik dalam menopang kesejahteraan melalui alokasi sumber-sumber yang terbatas secara efisien dimasyarakat (burchill,2009:3)
Dalam black’s law dictionary Intervensi diartikan sebagai turut campurnya negara dalam urusan negara lain atau urusan dengan negara lain dengan menggunakan kekuatan atau ancaman kekuatan sedangkan intervensi kemanusiaan diartikan sebagai intervensi yang dilakukan oleh komunitas internasional untuk mengurangi pelanggaran Hak Asaai Manusia, walaupun tindakan tersebut melanggar kedaulatan negara tersebut (bryan .1999, 826).
Pergolakan politik di Libya  memuncak dengan terjadinya perang saudara di benghadzi. Perang antara tentara pro khadafi dan  tentara dari pemerintah dan pemberontak telah membuat 50.000 meninggal semenjak pergolakan di libya (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/08/31/lqralg-komandan-libya-sekitar-50000-orang-tewas-dalam-pergolakan).korban bukan hanya dari pasukan tentara kedua kelompok yang bertikai namun pula banyak dari warga sipil yang ikut menjadi korban peperangan kedua kelompok tersebut. Peperangan di Libya ini menjadi topic utama di media-media internasional dan mereka mengecam tindakan perang Libya tersebut.  Hal ini mengundang banyak tanggapan aktor-aktor hubungan internasional baik dari  negara maupun non-negara termasuk PBB. PBB dengan dewan keamanannya memandatkan kepada NATO untuk melakukan intervensi kemanusiaan  (humanitarian  intervension) di libya pada tanggal 23 maret 2011 (http://www.theaustralian.com.au/news/world/deal-puts-nato-at-head-of-libyan-operation/story-e6frg6so-1226027088954)
            Latar belakang terjadinya perang saudara di libya bermula dari sebuah demonstrasi besar-besaran  oleh rakyat yang menuntut muamar khadafi untuk turun dari kursi presiden. Muamar khadafi telah menduduki kursi presiden selama 41 tahun. selama menjabat muamar khadafi dipandang sebagai pemimpin bertangan besi dan tidak merepresentasikan kepentingan rakyat libya. Dalam masa kepemimpinannya pula libya sempat dikucilkan dalam hubungan internasional karena menjadi ‘oposisi’ politik internasional Amerika Serikat.
            Pemerintah muamar khadafi menanggapi demonstrasi besar-besaran di libya dengan kekerasan dan pembunuhan hal ini tentu saja adalah kejahatan  manusia. Ratusan orang meninggal dan ratusan  orang pula  mengalami  luka-luka atas kekerasan tentara-tentara muammar khadafi untuk membubarkan demonstrasi besar-besaran tersebut dengan senjata api bahkan dengan jet tempurnya. Bahkan dalam pidatonya,  khadafi bersiap mengerahkan semua senjatanya untuk mempertahankan Tripoli dari para pemberontak. (http://dunia.vivanews.com/news/read/204953-giliran-pemimpin-libya-digoyang-demonstrasi).
            PBB sebagai organisasi internasional memainkan peran yang strategis dalam menanggapi konflik ini. peran PBB dalam isu ini adalah menerapkan resolusi 1973 DK PBB. PBB dengan itu mengizinkan anggota PBB menjalankan langkah apa pun untuk melindungi warga sipil di libya dari kekerasan pasukan muamar khadafi. Salah satu bentuk perlindungan yang dilakukan untuk melindungi rakyat adalah melakukan zona larangan terbang oleh NATO( http://www.guardian.co.uk/world/2011/mar/23/libya-no-fly-zone-leadership-squabbles)
            Setelah saya memaparkan latar belakang intervensi kemanusian di libya oleh para koalisi NATO atas mandate PBB. Kini saya akan menganalisa pertanyaan kedua saya mengenai faktor domestic dan faktor internasional yang mempengaruhi politik luar negeri Amerika serikat menanggapi gejolak politik di Libya yang berujung pada intervensi kemanusiaan di libya hingga 31 oktober 2011 setelah PBB memutuskan mandatnya atas NATO di Libya  (www.bbc.com2011. http://www.bbc.co.uk/news/world-africa-15481143)
Peran PBB dalam menanggapi pergolakan politik di libya menurut saya sangat kental dengan peran politik luar negeri Amerika Serikat sebagai super power saat ini . namun disisi lain,di dalam negeri Amerika Serikat sendiri terjadi krisis ekonomi yang masih mengancam keuangan dan hegemoni Amerika serikat di dunia internasional. Bukankah sesuatu yang paradox Amerika Serikat ‘menambah’ perang lagi setelah perang korea utara dan perang irak, di saat krisis di dalam negeri Ameriaka Serikat sendiri masih mengancam.  Oleh  karena itu sungguh menarik untuk di bahas mengenai apakah ada motifasi lain selain alasan kemanusiaan, apa ada national interest Amerika  serikat di Libya, apa saja yang mempengaruhi ikut campurnya Amerika Serikat dalam  intervensi kemanusiaan di Libya. hal-hal ini yang akan saya analisis di tulisan ini.
Amerika serikat adalah Negara pelopor liberalism di dunia dan dianggap sebagai Negara demokrasi terbesar di dunia. Dalam liberalism isu penegakan HAM, penegakan demokrasi,kebebasan individu, juga keterbukaan pasar adalah isu yang fundamental dalam kajian liberalisme. Liberalisme juga berpendapat harus adanya adanya batasan bagi pemerintah..Setiap individu memiliki hak asasi yang sama dalam kehidupan, hak untuk hidup, hak untuk bicara dan hak-hak lain yang tidak boleh dilarang oleh orang lain ataupun Negara (eby hara, 2011:61). Hak untuk menyuaraakan pendapat dan  inspirasi ketika pemerintahan moeamar khadafi ditiadakan. bahkan demonstran yang menyuarakan pendapatnya ketika demontrasi besar-besaran di Tripoli ditembaki dengan senjata api dan  jet.
Ratusan orang meninggal dan  luka-luka  lainya mengalami luka-luka ketika demokrasi adalah kejahatan kemanusiaan yang berat, bukan hanya itu selama 4 dekade atau tepatnya 41 tahun memerintah  jutaan  nyawa yang terbunuh di libya dibawah pemerintahan khadafi yang dikenal dengan tangan besinya. Hal ini tentu tidak sesuai dengan penegakan hak asasi manusia yang saat  ini sedang dipromosikan oleh Amerika Serikat sebagai negara demokrasi nomor satu di dunia.
Libya adalah Negara penghasil minyak, namun ironinya kesejahteraan rakyat jauh dari harapan. Khadafi selama bertahun-tahun menutup pasar dalam negerinya, sehingga rakyat mengalami kemiskinan karena kurangnya lapangan kerja dan pasar yang diblokade oleh pemerintahnya sendiri. Menurut libealisme pasar bebas dan kapitalisme adalah jalan  terbaik dalam menopang kesejahteaan melalui alokasi sumber-sumber yang terbatas secara efisien di masyarakat (buchill,2009:3) hal ini tidak lain untuk menciptakan kesejahteraan di masyarakat.
Pemerintah menurut liberalism harus dibatasi hak dan kekuasaannya. Sehingga pemerintah libya tidak secara otoriter mengatur rakyat-rakyatnya apalagi terjadi pembantaian masal. Dengan pembatasan dalam pasar, pihak swasta atau sipil akan jauh lebih kreatif dan mandiri untuk mensejahterakan dirinya.sehingga tidak tergantung terhadap pemerintah. Dengan keterbatasan pemerintah penegakan HAM akan jauh lebih mudah dan terjamin.
Untuk menjamin penegakan HAM, keterbukaan pasar, kebebasan individu dan pemerintah yang terbatas dunia internasional harus menegakan demokrasi. Penyebararan demokrasi di seluruh dunia dibutuhkan untuk menjamin hal-hal diatas tetap diperoleh oleh seluruh manusia bukan hanya di amerika serikat saja sebagai Negara demokrasi terbesar di dunia. Oleh karena itu Amerika sebagai Negara pelopor liberalisme menjadi ‘otak’ dibalik intervensi kemanusiaan di libya sebagai pintu masuk penyebaran ideology liberalism.
Menurut liberalism perang merupakan akibat dari pemerintahan yang tidak demokratis dan militeristik dan Perang merupakan hanya kepentingan penguasa itu sendiri .perang dimulai oleh kalangan militer untuk memperluas kekuasaan.perang dilakukan untuk alas an kenaikan pajak dan meningkatkan control terhadap rakyat dan hal ini menurut liberalism merupakan bukan atas dasar mewakili keinginan rakyat (eby hara.20011:62). oleh karena itu negara yang belum menerapkan demokrasi harus menerapkan demokrasi agar tercapai perdamaian. Hal ini juga menjadi  alas an Amerika Serikat untuk mengintervensi Libya Atas dasar intervensi kemanusiaan dan penyebaran demokrasi di Libya
Analisis selanjutnya berdasarkan level analisis, saya  menggunakan factor-faktor domestic dan internasional yang mempengaruhi politik luar negeri AS terkait gejolak politik di libya. sekaligus menjawab paradox politik luar negeri Amerika serikat di perang  saudara di libya di saat krisis melanda perekonomian Amerika.
Ada tiga factor domestic yang mempengaruhi politik luar negeri Amerika Serikat menanggapi gejolak politik di libya yaitu adanya kepentingan ekonomi, pemilu Amerika serikat 2012 dan  peran dari opini masyarakat Amerika terhadap konflik di libya. kami juga mengidentifikasi ada tiga factor internasional yang mempengaruhi politik luar negeri AS di libya. ketiga factor tersebebut adalah factor kapabilitas AS dan  pengaruh aliansi  NATO.
Kepentingan ekonomi adalah hal yang paling banyak dikaitkan oleh para ilmu social terkait politik luar negeri AS ke libya. hal ini wajar saja terkait sebagian besar pendapatan Negara libya disumbangkan dari ekspor minyak. Namun  libya bukan termasuk dalam 15 negara penghasil minyak atau tepatnya libya berada pada rangkinng ke-18 yang ‘hanya’ menghasilkan 1.789.000 bbl/hari ini jauh dibandingkan dengan mitra dagang AS sendiri yaitu arab Saudi yang menghasilkan 10.520.000 bbl/hari. Analisa kami  Ada unsur kepentingan ekonomi dalam politik luar negeri Amerika Serikat terutama di libya terutama karena adanya krisis ekonomi yang dialami AS untuk memperbaiki keadaan ekonominya kembali http://www.eia.gov/countries/
Faktor domestic lain adalah akan adanya pemilu AS 2012 dan peran opini masyarakat AS terkait konflik ini. opini masyarakat  Amerika yang prihatin terhadap pelanggaran HAM dan kejahat kemanusiaan di libya mendapat respon positif dari pemerintahan barrack obama. Peran opini masyarakat Ini sangat berpengaruh terhadap pemerintahan barrack obama. Hal ini digunakan barrack obama dalam mencitrakan dirinya peduli terhadap isu kemanusiaan dan HAM serta demokrasi.
Selain faktor domestic , faktor internasional yang mempengaruhi politik luar negeri AS adalah faktor kapabilitas AS sebagai Negara besar dan super power yang sangat berpengaruh di dunia internasional termasuk PBB . kekuatan militer amerika serikat adalah kekuatan nomor satu di dunia dan belum ada tandingannya pasca kejatuhan uni soviet. Bukan hanya itu Amerika serikat juga mempunyai  hegemoni hampir di setiap bidang termasuk bidang ekonomi.
Nato adalah aliansi keamanan Negara-negara atlantik utara yang sangat kental dengan kepentingan AS di dalamnya. Prinsip one for all and all for one menjadikan NATO adalah aliansi  ditakuti oleh Negara-negara lain. Nato sangat berpengaruh dalam konflik di libya terutama saat kejatuhan dan pasca terbunuhnya moamar khadafi.





No comments: