Home

Friday, 6 April 2012

analisis politik luar negeri amerika terkait intervensi kemanusiaan di Libya

Tulisan ini adalah analisa penulis mengenai politik luar negeri Amerika atas intervensi kemanusiaan di Libya pada tahun 2011 lalu.


1.PERGOLAKAN POLITIK DI LIBYA
            Pergolakan politik di Libya kini memuncak dengan terjadinya perang saudara di benghadzi. Perang antara tentara pro khadafi dan tentara dari pemerintah dan pemberontak telah membuat banyak korban yang bukan hanya dari pasukan tentara kedua kelompok yang bertikai namun pula banyak dari warga sipil yang ikut menjadi korban peperangan kedua kelompok tersebut. Peperangan di Libya ini menjadi topic utama di media-media internasional dan mereka mengecam tindakan perang Libya tersebut. Prancis dan inggris dengan dukungan amerika serikat menggalang dukungan di PBB untuk mengintervensi libya atas dasar kemanusiaan (humanitarian  intervension).
            Latar belakang terjadinya perang saudara di libya bermula dari sebuah demonstrasi besar-besaran yang menuntut muamar khadafi untuk turun dari kursi presiden. Muamar khadafi telah menduduki kursi presiden selama 41 tahun. selama menjabat muamar khadafi dipandang sebagai pemimpin bertangan besi dan tidak merepresentasikan kepentingan rakyat libya. Dalam masa kepemimpinannya pula libya sempat dikucilkan dalam hubungan internasional karena menjadi ‘oposisi’ politik internasional Amerika Serikat.
            Pemerintah muamar khadafi menanggapi demonstrasi besar-besaran di libya dengan kekerasan dan pembunuhan hal ini tentu saja adalah kejahatan  manusia. Lebih dari 200 rakyat meninggal dan 800 rakyat yang menderita luka-luka atas kekerasan tentara-tentara muamar khadafi untuk membubarkan demonstrasi besar-besaran tersebut dengan senjata api bahkan dengan jet tempurnya. Bahkan dalam pidatonya,  khadafi bersiap mengerahkan semua senjatanya untuk mempertahankan Tripoli dari para pemberontak.
            Namun semangat revolusionis rakyat libya dalam menggulingkan pemerintahan muamar khadafi tak terbendung dengan senjata api tentara khadafi. Muamar khadafi semakin terdesak dari Tripoli dan menindahkan pusat kekuatannya ke kota Benghazi, kota kelahiran muamar khadafi.
            Dalam perkembangan konflik libya, rakyat terbagi menjadi dua yaitu rakyat yang loyalis terhadap muamar khadafi dan rakyat yang beroposisi atau kontra dengan muamar khadafi. Dua golongan tentu berbeda kepentingan , rakyat yang loyalis khadafi berkepentingan untuk mempertahankan kekuasaan khadafi sedangkan rakyat yang kontra sebaliknya. Atas dasar dua kepentingan yang berbeda ini terjadi peperangan saudara di Benghazi sebagai pusat kekuatan baru muamar khadafi yang terpojokan dari Tripoli.
            Kekuatan persenjataan muamar khadafi di Benghazi rupanya lebih canggih dibanding dengan kekuatan persenjataan oposisi dan sistem militer yang kurang. Pesawat tempur dan kendaraan perang lain dikerahkan dalam upaya pertahanan kekuasaan khadafi.  Akibatnya banyak jatuh korban dari warga sipil yang diserang oleh para tentara muamar khadafi terutama dari udara.
            Di sisi lain Pembantaian sipil yang dilakukan oleh para tentara khadafi dengan mengunakan jet tempur menjadi isu internasional. Berbagai kecaman dari dunia internasional mengundang oposisi yang sedang mengalami kemunduran mencari dukungan dunia internasional khususnya PBB.
            PBB sebagai organisasi internasional memainkan peran yang strategis dalam menanggapi konflik ini. peran PBB dalam isu ini adalah menerapkan resolusi 1973 DK PBB. PBB dengan itu mengizinkan anggota PBB menjalankan langkah apa pun untuk melindungi warga sipil di libya dari kekerasan pasukan muamar khadafi. Salah satu bentuk perlindungan yang dilakukan untuk melindungi rakyat adalah melakukan zona larangan terbang atas usulan prancis dan inggris dan dukungan amerika serikat.

 2.ANALISIS POLITIK LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT

Peran PBB dalam menanggapi pergolakan politik di libya sangat kental dengan peran politik luar negeri Amerika Serikat sebagai Negara super power saat ini. namun disisi lain,di dalam negeri amerika serikat sendiri terjadi krisis ekonomi masih mengancam keuangan dan hegemoni Amerika serikat di dunia internasional. Bukankah sesuatu yang paradox Amerika Serikat ‘menambah’ perang lagi setelah perang korea utara dan perang irak, di saat krisis di dalam negeri Ameriaka Serikat sendiri masih mengancam.
Dalam menganalisis politik luar negeri AS atas tanggapan dari pergolakan politik di libya kami secara umum menggunakan perspektif liberalisme. Selain liberalisme secara umum, kami juga akan mengidentifikasi factor domestic dan factor internasional Amerika, salah satu yang akan kami analisis adalah factor kepentingan, factor kemampuan amerika serikat dan factor pemilihan umum amerika mendatang.
Amerika serikat adalah Negara pelopor liberalism di dunia dan dianggap sebagai Negara demokrasi terbesar di dunia. Dalam liberalism isu penegakan HAM,penegakan demokrasi,kebebasan individu, juga keterbukaan pasar adalah isu yang fundamental dalam kajian liberalisme. Liberalism juga berpendapat harus adanya adanya batasan bagi pemerintah.
Setiap individu memiliki hak asasi yang sama dalam kehidupan, hak untuk hidup, hak untuk bicara dan hak-hak lain yang tidak boleh dilarang oleh orang lain ataupun Negara. Hak untuk menyuaraakan pendapat dan inspirasi ketika pemerintahan moeamar khadafi ditiadakan. bahkan demonstran yang menyuarakan pendapatnya ketika demontrasi besar-besaran di Tripoli ditembaki dengan senjata api dan jet.
200 rakyat mati dan 800 lainya mengalami luka-luka ketika demokrasi adalah kejahatan kemanusiaan yang berat, bukan hanya itu selama 4 dekade atau tepatnya 41 tahun memerintah  jutaan  nyawa yang terbunuh di libya dibawah pemerintahan khadafi yang dikenal dengan tangan besinya.
Libya adalah Negara penghasil minyak, namun ironinya kesejahteraan rakyat jauh dari harapan. Khadafi selama bertahun-tahun menutup pasar dalam negerinya, sehingga rakyat mengalami kemiskinan karena kurangnya lapangan kerja dan pasar yang diblokade oleh pemerintahnya sendiri.
Pemerintah menurut liberalism harus dibatasi hak dan kekuasaannya. Sehingga pemerintah libya tidak secara otoriter mengatur rakyat-rakyatnya apalagi terjadi pembantaian masal. Dengan pembatasan dalam pasar, pihak swasta atau sipil akan jauh lebih kreatif dan mandiri untuk mensejahterakan dirinya.sehingga tidak tergantung terhadap pemerintah. Dengan keterbatasan pemerintah penegakan HAM akan jauh lebih mudah dan terjamin.
Untuk menjamin penegakan HAM, keterbukaan pasar, kebebasan individu dan pemerintah yang terbatas dunia internasional harus menegakan demokrasi. Penyebararan demokrasi di seluruh dunia dibutuhkan untuk menjamin hal-hal diatas tetap diperoleh oleh seluruh manusia bukan hanya di amerika serikat saja sebagai Negara demokrasi terbesar di dunia. Oleh karena itu Amerika sebagai Negara pelopor liberalisme menjadi ‘otak’ dibalik intervensi kemanusiaan di libya sebagai pintu masuk penyebaran ideology liberalism.
Analisis selanjutnya berdasarkan level analisis, kami menggunakan factor-faktor domestic dan internasional yang mempengaruhi politik luar negeri AS terkait gejolak politik di libya. sekaligus menjawab paradox politik luar negeri Amerika serikat di perang  saudara di libya di saat krisis melanda perekonomian Amerika.
Ada tiga factor domestic yang mempengaruhi politik luar negeri Amerika Serikat menanggapi gejolak politik di libya yaitu adanya kepentingan ekonomi, pemilu Amerika serikat 2012 dan  peran dari opini masyarakat Amerika terhadap konflik di libya. kami juga mengidentifikasi ada tiga factor internasional yang mempengaruhi politik luar negeri AS di libya. ketiga factor tersebebut adalah factor kapabilitas AS, pengaruh aliansi NATO, dan tipe rezim.
Kepentingan ekonomi adalah hal yang paling banyak dikaitkan oleh para ilmu social terkait politik luar negeri AS ke libya. hal ini wajar saja terkait sebagian besar pendapatan Negara libya disumbangkan dari ekspor minyak. Namun  libya bukan termasuk dalam 15 negara penghasil minyak atau tepatnya libya berada pada rangkinng ke-18 yang ‘hanya’ menghasilkan 1.789.000 bbl/hari ini jauh dibandingkan dengan mitra dagang AS sendiri yaitu arab Saudi yang menghasilkan 10.520.000 bbl/hari. Analisa kami  Ada unsur kepentingan ekonomi dalam politik luar negeri Amerika Serikat terutama di libya terutama karena adanya krisis ekonomi yang dialami AS untuk memperbaiki keadaan ekonominya kembali
Faktor domestic lain adalah akan adanya pemilu AS 2012 dan peran opini masyarakat AS terkait konflik ini. opini masyarakat  Amerika yang prihatin terhadap pelanggaran HAM dan kejahat kemanusiaan di libya mendapat respon positif dari pemerintahan barrack obama. Peran opini masyarakat Ini sangat berpengaruh terhadap pemerintahan barrack obama. Hal ini digunakan barrack obama dalam mencitrakan dirinya peduli terhadap isu kemanusiaan dan HAM serta demokrasi.
Selain faktor domestic , faktor internasional yang mempengaruhi politik luar negeri AS adalah faktor kapabilitas AS sebagai Negara besar dan super power yang sangat berpengaruh di dunia internasional termasuk PBB . kekuatan militer amerika serikat adalah kekuatan nomor satu di dunia dan belum ada tandingannya pasca kejatuhan uni soviet. Bukan hanya itu Amerika serikat juga mempunyai  hegemoni hampir di setiap bidang termasuk bidang ekonomi.
Nato adalah aliansi keamanan Negara-negara atlantik utara yang sangat kental dengan kepentingan AS di dalamnya. Prinsip one for all and all for one menjadikan NATO adalah aliansi  ditakuti oleh Negara-negara lain. Nato sangat berpengaruh dalam konflik di libya terutama saat kejatuhan dan pasca terbunuhnya moamar khadafi.


No comments: