1.PERGOLAKAN POLITIK DI LIBYA
Pergolakan
politik di Libya kini memuncak dengan terjadinya perang saudara di benghadzi.
Perang antara tentara pro khadafi dan tentara dari pemerintah dan pemberontak
telah membuat banyak korban yang bukan hanya dari pasukan tentara kedua
kelompok yang bertikai namun pula banyak dari warga sipil yang ikut menjadi
korban peperangan kedua kelompok tersebut. Peperangan di Libya ini menjadi
topic utama di media-media internasional dan mereka mengecam tindakan perang
Libya tersebut. Prancis dan inggris dengan dukungan amerika serikat menggalang
dukungan di PBB untuk mengintervensi libya atas dasar kemanusiaan
(humanitarian intervension).
Latar
belakang terjadinya perang saudara di libya bermula dari sebuah demonstrasi
besar-besaran yang menuntut muamar khadafi untuk turun dari kursi presiden.
Muamar khadafi telah menduduki kursi presiden selama 41 tahun. selama menjabat
muamar khadafi dipandang sebagai pemimpin bertangan besi dan tidak merepresentasikan
kepentingan rakyat libya. Dalam masa kepemimpinannya pula libya sempat
dikucilkan dalam hubungan internasional karena menjadi ‘oposisi’ politik
internasional Amerika Serikat.
Pemerintah
muamar khadafi menanggapi demonstrasi besar-besaran di libya dengan kekerasan
dan pembunuhan hal ini tentu saja adalah kejahatan manusia. Lebih dari 200 rakyat meninggal dan 800
rakyat yang menderita luka-luka atas kekerasan tentara-tentara muamar khadafi
untuk membubarkan demonstrasi besar-besaran tersebut dengan senjata api bahkan
dengan jet tempurnya. Bahkan dalam pidatonya,
khadafi bersiap mengerahkan semua senjatanya untuk mempertahankan
Tripoli dari para pemberontak.
Namun
semangat revolusionis rakyat libya dalam menggulingkan pemerintahan muamar
khadafi tak terbendung dengan senjata api tentara khadafi. Muamar khadafi
semakin terdesak dari Tripoli dan menindahkan pusat kekuatannya ke kota
Benghazi, kota kelahiran muamar khadafi.
Dalam
perkembangan konflik libya, rakyat terbagi menjadi dua yaitu rakyat yang
loyalis terhadap muamar khadafi dan rakyat yang beroposisi atau kontra dengan
muamar khadafi. Dua golongan tentu berbeda kepentingan , rakyat yang loyalis
khadafi berkepentingan untuk mempertahankan kekuasaan khadafi sedangkan rakyat
yang kontra sebaliknya. Atas dasar dua kepentingan yang berbeda ini terjadi
peperangan saudara di Benghazi sebagai pusat kekuatan baru muamar khadafi yang
terpojokan dari Tripoli.
Kekuatan
persenjataan muamar khadafi di Benghazi rupanya lebih canggih dibanding dengan
kekuatan persenjataan oposisi dan sistem militer yang kurang. Pesawat tempur
dan kendaraan perang lain dikerahkan dalam upaya pertahanan kekuasaan
khadafi. Akibatnya banyak jatuh korban
dari warga sipil yang diserang oleh para tentara muamar khadafi terutama dari
udara.
Di
sisi lain Pembantaian sipil yang dilakukan oleh para tentara khadafi dengan
mengunakan jet tempur menjadi isu internasional. Berbagai kecaman dari dunia
internasional mengundang oposisi yang sedang mengalami kemunduran mencari dukungan
dunia internasional khususnya PBB.
PBB
sebagai organisasi internasional memainkan peran yang strategis dalam
menanggapi konflik ini. peran PBB dalam isu ini adalah menerapkan resolusi 1973
DK PBB. PBB dengan itu mengizinkan anggota PBB menjalankan langkah apa pun
untuk melindungi warga sipil di libya dari kekerasan pasukan muamar khadafi.
Salah satu bentuk perlindungan yang dilakukan untuk melindungi rakyat adalah
melakukan zona larangan terbang atas usulan prancis dan inggris dan dukungan
amerika serikat.
2.ANALISIS
POLITIK LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT
Peran PBB dalam menanggapi pergolakan politik di libya sangat kental dengan peran politik luar negeri Amerika Serikat sebagai Negara super power saat ini. namun disisi lain,di dalam negeri amerika serikat sendiri terjadi krisis ekonomi masih mengancam keuangan dan hegemoni Amerika serikat di dunia internasional. Bukankah sesuatu yang paradox Amerika Serikat ‘menambah’ perang lagi setelah perang korea utara dan perang irak, di saat krisis di dalam negeri Ameriaka Serikat sendiri masih mengancam.
Dalam menganalisis politik luar
negeri AS atas tanggapan dari pergolakan politik di libya kami secara umum
menggunakan perspektif liberalisme. Selain liberalisme secara umum, kami juga
akan mengidentifikasi factor domestic dan factor internasional Amerika, salah
satu yang akan kami analisis adalah factor kepentingan, factor kemampuan
amerika serikat dan factor pemilihan umum amerika mendatang.
Amerika serikat adalah Negara
pelopor liberalism di dunia dan dianggap sebagai Negara demokrasi terbesar di
dunia. Dalam liberalism isu penegakan HAM,penegakan demokrasi,kebebasan
individu, juga keterbukaan pasar adalah isu yang fundamental dalam kajian
liberalisme. Liberalism juga berpendapat harus adanya adanya batasan bagi
pemerintah.
Setiap individu memiliki hak asasi
yang sama dalam kehidupan, hak untuk hidup, hak untuk bicara dan hak-hak lain
yang tidak boleh dilarang oleh orang lain ataupun Negara. Hak untuk
menyuaraakan pendapat dan inspirasi ketika pemerintahan moeamar khadafi
ditiadakan. bahkan demonstran yang menyuarakan pendapatnya ketika demontrasi
besar-besaran di Tripoli ditembaki dengan senjata api dan jet.
200 rakyat mati dan 800 lainya
mengalami luka-luka ketika demokrasi adalah kejahatan kemanusiaan yang berat,
bukan hanya itu selama 4 dekade atau tepatnya 41 tahun memerintah jutaan
nyawa yang terbunuh di libya dibawah pemerintahan khadafi yang dikenal
dengan tangan besinya.
Libya adalah Negara penghasil
minyak, namun ironinya kesejahteraan rakyat jauh dari harapan. Khadafi selama
bertahun-tahun menutup pasar dalam negerinya, sehingga rakyat mengalami
kemiskinan karena kurangnya lapangan kerja dan pasar yang diblokade oleh
pemerintahnya sendiri.
Pemerintah menurut liberalism harus
dibatasi hak dan kekuasaannya. Sehingga pemerintah libya tidak secara otoriter
mengatur rakyat-rakyatnya apalagi terjadi pembantaian masal. Dengan pembatasan
dalam pasar, pihak swasta atau sipil akan jauh lebih kreatif dan mandiri untuk
mensejahterakan dirinya.sehingga tidak tergantung terhadap pemerintah. Dengan
keterbatasan pemerintah penegakan HAM akan jauh lebih mudah dan terjamin.
Untuk menjamin penegakan HAM,
keterbukaan pasar, kebebasan individu dan pemerintah yang terbatas dunia
internasional harus menegakan demokrasi. Penyebararan demokrasi di seluruh
dunia dibutuhkan untuk menjamin hal-hal diatas tetap diperoleh oleh seluruh
manusia bukan hanya di amerika serikat saja sebagai Negara demokrasi terbesar
di dunia. Oleh karena itu Amerika sebagai Negara pelopor liberalisme menjadi
‘otak’ dibalik intervensi kemanusiaan di libya sebagai pintu masuk penyebaran
ideology liberalism.
Analisis selanjutnya berdasarkan
level analisis, kami menggunakan factor-faktor domestic dan internasional yang
mempengaruhi politik luar negeri AS terkait gejolak politik di libya. sekaligus
menjawab paradox politik luar negeri Amerika serikat di perang saudara di libya di saat krisis melanda
perekonomian Amerika.
Ada tiga factor domestic yang
mempengaruhi politik luar negeri Amerika Serikat menanggapi gejolak politik di
libya yaitu adanya kepentingan ekonomi, pemilu Amerika serikat 2012 dan peran dari opini masyarakat Amerika terhadap
konflik di libya. kami juga mengidentifikasi ada tiga factor internasional yang
mempengaruhi politik luar negeri AS di libya. ketiga factor tersebebut adalah
factor kapabilitas AS, pengaruh aliansi NATO, dan tipe rezim.
Kepentingan ekonomi adalah hal yang
paling banyak dikaitkan oleh para ilmu social terkait politik luar negeri AS ke
libya. hal ini wajar saja terkait sebagian besar pendapatan Negara libya
disumbangkan dari ekspor minyak. Namun
libya bukan termasuk dalam 15 negara penghasil minyak atau tepatnya libya
berada pada rangkinng ke-18 yang ‘hanya’ menghasilkan 1.789.000 bbl/hari
ini jauh dibandingkan dengan mitra dagang AS sendiri yaitu arab Saudi yang
menghasilkan 10.520.000 bbl/hari. Analisa kami
Ada unsur kepentingan ekonomi dalam politik luar negeri Amerika Serikat
terutama di libya terutama karena adanya krisis ekonomi yang dialami AS untuk
memperbaiki keadaan ekonominya kembali
Faktor domestic lain adalah akan adanya
pemilu AS 2012 dan peran opini masyarakat AS terkait konflik ini. opini
masyarakat Amerika yang prihatin
terhadap pelanggaran HAM dan kejahat kemanusiaan di libya mendapat respon positif
dari pemerintahan barrack obama. Peran opini masyarakat Ini sangat berpengaruh
terhadap pemerintahan barrack obama. Hal ini digunakan barrack obama dalam
mencitrakan dirinya peduli terhadap isu kemanusiaan dan HAM serta demokrasi.
Selain faktor domestic , faktor
internasional yang mempengaruhi politik luar negeri AS adalah faktor
kapabilitas AS sebagai Negara besar dan super power yang sangat berpengaruh di
dunia internasional termasuk PBB . kekuatan militer amerika serikat adalah
kekuatan nomor satu di dunia dan belum ada tandingannya pasca kejatuhan uni
soviet. Bukan hanya itu Amerika serikat juga mempunyai hegemoni hampir di setiap bidang termasuk
bidang ekonomi.
Nato adalah aliansi keamanan Negara-negara
atlantik utara yang sangat kental dengan kepentingan AS di dalamnya. Prinsip one for all and all for one menjadikan
NATO adalah aliansi ditakuti oleh
Negara-negara lain. Nato sangat berpengaruh dalam konflik di libya terutama
saat kejatuhan dan pasca terbunuhnya moamar khadafi.
No comments:
Post a Comment